RSS

BAB II IDENTIFIKASI HASIL PENGAWASAN DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN

08 Jul

A.     Deskripsi Hasil Pengawasan

  1. Hasil penilaian

           a. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

Penilaian terhadap kinerja Kepala Sekolah menggunakan instrumen yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (8 standar) yang mengacu dan disesuaikan dengan Instrumen Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah. Memperhatikan kinerja sekolah negeri, secara umum sudah cukup baik walaupun masih banyak yang belum mencapai standar nasional. Namun demikian karena pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi program sebagai bagian dari usaha peningkatan mutu tidak pernah berakhir, maka peningkatan dalam berbagai standar pengawasan masih harus berlanjut.

           b. Penilaian Kinerja Pendidik

Penilaian terhadap kinerja pendidik menggunakan Instrumen Penilaian Kinerja Guru (IPKG) yang meliputi :

1)         IPKG-AK 01 : Kemampuan Guru Menyusun Administrasi    Perencanaan Pembelajaran

2)         IPKG-AK 02 : Kemampuan Guru dalam Pengembangan Silabus

3)         IPKG-AK 03 : Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP

4)         IPKG-AK 04 : Kemampuan Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran

5)         IPKG-AK 05 : Kemampuan Guru Menyusun Administrasi Penilaian

Pelaksanaan pengawasan diarahkan pula pada pengurangan kesenjangan mutu sekolah negeri dan swasta terutama dalam membatasi pendidik yang mengampu mata pelajaran tidak relevan dan kualifikasi akademik sehingga berpengaruh terhadap mutu hasil belajar siswa..

         c.  Penilaian Kinerja Tenaga Kependidikan

1)      Tenaga Administrasi.

  • Tanaga administrasi pada sebagian besar sekolah jumlahnya belum memenuhi rasio jumlah rombongan belajar yang disyaratkan.
  • Kualifikasi tenaga administrasi hanya sebagian kecil yang telah  memenuhi standar sesuai bidang tugas masing-masing
  • Program jangka menengah dan program tahunan belum tersusun secara sistematis dan diterapkan secara konsisten.
  • Pembagian tugas tenaga administrasi pada umumnya masih merangkap, artinya seorang petugas menangani lebih dari satu bidang kegiatan yang berbeda.
  • Kinerja petugas bidang kurikulum dan kesiswaan belum memenuhi target
  • Tenaga administrasi yang berstatus pegawai negeri sipil sangat minimal
  • Sangat jarang ada penerimaan CPNS untuk tenaga administrasi.
  • Belum melaksanakan kegiatan penjaminan mutu.

2)      Tenaga Perpustakaan

  • Belum ada tenaga perpustakaan yang berlatar belakang pendidikan pustakawan
  • Umumnya tenaga wiyata bhakti (honorer) yang tidak kompeten di bidangnya
  • Sebagian besar belum pernah mengikuti diklat khusus perpustakaan
  • Administrasi dan manajemen belum sesuai dengan standar perpustakaan
  • Masih banyak dirangkap oleh tenaga administrasi / guru sehingga tidak malaksanakan tugas secara penuh (full time)
  • Sangat jarang ada penerimaan CPNS untuk tenaga administrasi.

3)      Tenaga Laboratorium

  • Belum ada tenaga laboratorium yang berlatar belakang pendidikan laboran
  • Umumnya tenaga wiyata bhakti (honorer) yang tidak kompeten di bidangnya
  • Sebagian besar belum pernah mengikuti diklat khusus laboratorium
  • Administrasi dan manajemen belum sesuai dengan standar laboratorium
  • Masih banyak dirangkap oleh tenaga administrasi sehingga tidak malaksanakan tugas secara penuh (full time)
  • Sangat jarang ada penerimaan CPNS untuk tenaga laboratorium (laboran)
  • Umumnya penanggung jawab sekaligus tenaga laboratorium dirangkap oleh guru mata pelajaran.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 8, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: