RSS

Lanjutan Bab II Identifikasi Hasil Pengawasan dan Kebijakan Pendidikan

08 Jul

3.  Hasil Pemantauan

a. Pemantauan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

1)  Pelaksanaan PPDB telah dilaksanakn sesuai ketentuan dari Kemendiknas, Dinas Pendidikan Provisi, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

2) Daya tampung dalam satu rombongan belajar belum sepenuhnya mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dengan jumlah maksimal 32 siswa/rombel, tetapi masih ada sekolah yang lebih dari 32 siswa/rombel.

3)  Pola seleksi untuk SMP menggunakan nilai UASBN SD, sedang untuk SMA/SMK menggunakan nilai UN dari SMP/MTs.

4)  Khusus RSBI menggunakan pola seleksi khusus yang diatur oleh masing-masing satuan pendidikan

5)  Khusus untuk beberapa SMA, siswa baru yang mendaftar  belum memenuhi target daya tampung yang direncanakan sebab beberapa SMK baru didirikan berdekatan dengan SMA yang telah ada. Tingkat daya saing SMA masih perlu ditingkatkan.

b.  Pemantauan Administrasi Sekolah

1)  Administrasi Kepala Sekolah sebagian besar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

2)  Administrasi Kurikulum masih perlu pembinaan dan penyempurnaan (KTSP, silabus, KKM, RPP, dan instrumen pendukung), masih banyak yang belum melengkapi data perkembangan belajar siswa dari sistem pemantauan secara periodik.

3)  Administrasi Kesiswaan dan OSIS; secara umum telah memenuhi ketentuan, aktivitas pengurus OSIS dan rutinitas pengisian Buku Induk Siswa oleh petugas perlu ditingkatkan

4) Admistrasi Sarana dan Prasarana; perlu dirtingkatkan pengelolaan administrasi inventaris dan perawatan barang inventaris

5) Administrasi Kerjasama dan Hubungan dengan Masyarakat; umumnya masih lemah pada administrasi dan kearsipan dukomen seperti agenda surat masuk/keluar, notulen kegiatan, rekaman kegiatan (dokumentasi)

6) Administrasi Perkantoran; jumlah tenaga administrasi umumnya kurang dan kompetensinya tidak sesuai dengan bidang tugasnya, masih banyak tugas rangkap sehingga hasilnya tidak optimal

c. Pemantauan Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan

1) Standar Isi; semua telah melaksanakan KTSP tetapi penyusunan dan pengadaan dokumen KTSP belum sesuai target waktu, substansinya perlu dikembangkan, dan legalitas/pengesahan dokumen belum mencapai 100%

2) Standar Proses; proses PAIKEM perlu terus ditingkatkan pelaksanaannya sebab ternyata masih banyak pendidikan yang terkondisi dengan pola pembelajaran lama (ceramah)

3) Standar Kompetensi Lulusan; kajian dan analisis terhadap SKL (Permendiknas RI No. 23 tahun 2006) perlu terus ditingkatkan, terbukti walau persentase lulusan sudah baik tetapi prestasi nilai hasil lulusan masih rendah .

4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; sebagian besar pendidik telah memenuhi kualifikasi S1, mengajar sesuai dengan spesifikasi ijazah, tetapi dengan adanya sertifikasi pendidik banyak yang tidak memenuhi jumlah mengajar 24 jam. Untuk sekolah swasta memang masih banyak yang belum memenuhi.

5) Standar Sarana dan Prasarana; secara umum belum memenuhi standar, terlebih untuk SD/MI dan SMP/MTs negeri dengan program sekolah gratis, pengembangan prasarana mengalami stagnasi, sebab sangat tergantung dari bantuan pemerintah/pemerintah daerah yang jumlahnya sangat terbatas sementara sumbangan pengembangan dari orang tua/wali siswa tidak diperbolehkan

6)  Standar Pengelolaan; sesuai konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah telah terjadi pengembangan yang cukup signifikan, walaupu masih perlu ada kesamaan pemahaman dan persepsi terhadap konsep MPMBS

7)  Standar Pembiayaan; dengan adanya BOS sebenarnya cukup untuk membiayai kegiatan operasional, tetapi karena alokasi penggunaan dana dibatasi hanya kegiatan tertentu akibatnya kegiatan yang bersifat pengembangan oleh satuan pendidikan tidak bisa dibiayai, terpaksa banyak yang meniadakan/menghentikan kegiatan tersebut. Sementara sumbangan pengembangan untuk SD/MI dan SMP/MTs dari orang tua/wali siswa tidak diperbolehkan

8) Standar Penilaian Pendidikan;  sistem penilaian yang dilaksanakan oleh pendidik secara teknis telah memenuhi ketentuan, tetapi secara operasional belum memenuhi pengembangan sistem penilaian berbasis kompetensi terutama dalam pencapai ketuntasan belajar. Nilai hasil belajar sebagai simbol penguasaan kompetensi belum valid dan akuntabel, akibatnya pada tahapan ujian nasional hasilnya belum memuaskan

d. Pemantauan Linkungan Sekolah

1) Secara umum pengelolaan lingkungan sekolah telah dilaksanakan sesuai sumber daya yang ada, namun masih ada beberapa satuan pendidikan yang masih perlu ditingkatkan terutama komitmen stakeholder yang bertanggungjawab terhadap bidang tersebut

2) Banyak satuan pendidikan yang kepemilikan lahan tidak memenuhi standar, hal ini menjadi kandala dalam pengelolaan lingkungan hidup

3) Kerjasama dengan Komite Sekolah dan masyarakat umumnya sudah cukup baik

e. Pemantauan Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester (UAS) /Ulangan Kenaikan Kelas (UKK)

1) Ulangan tengah semester umumnya hanya dilaksanakan satu kali tiap semester

2) Pengadaan, penggandaan soal, pengawasan, dan koreksi  dilakukan oleh satuan pendidikan

3) Umumnya belum melaksanakan program perbaikan dan pengayaan dari hasil ulangan tengah semester

4) Hasil ulangan tengah semester telah dilaporkan kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk Laporan Hasil Ulangan Tengah Semester, namun KKM yang dicantumkan masih menggunakan KKM semester, mestinya KKM tengah semester

5) Hasil UAS dan UKK dilaksanakan dan dikelola oleh satuan pendidikan, namun umumnya belum melaksanakan program perbaikan dan pengayaan, sehingga kalau nilai UAS/UKK tidak mencapai KKM akan berpengaruh terhadap validitas nilai akhir yang dimasukkan dalam LHB (rapor)

f. Pemantauan Kegiatan Muatan Lokal

1) Sesuai Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara semua sekolah di Sulawesi Tenggara melaksanakan muatan lokal khususnya Kabupaten Kolaka  diwajibkan Bahasa Tolaki, namun guru bahasa Tolaki banyak yang tidak memenuhi kualifikasi akademik

2) Muatan lokal lain di Kabupaten Kolaka khsusnya di SMP/MTs umumnya berupa Pertanian/Perkebunan.

g. Pemantauan Kegiatan Pengembangan Diri (ekstrakurikuler)

1) Pengembangan diri yang dipilih oleh masig-masing satuan pendidikan bervariasi ( IPTEK, olahraga, kesenian, keterampilan lain)

2) Persepsi pengembangan diri masih dianggap sama dengan ekstrakurikuler pada kurikulum sebelumnya (Kurikulum 1994)

3) Karena pengembangan diri termasuk komponen kurikulum maka pengelolaannya juga harus sama dengan komponen yang lain (mata pelajaran dan muatan lokal), dalam hal ini masih belum demikian

h.  Pemantauan Pemberdayaan Sarana dan Prasarana

1)  Pemberdayaan sarana dan prasarana pendukung umumnya sudah cukup efektif dan efisian

2)  Pemberdayaan sarana dan prasarana pembelajaran masih belum optimal, motivasi pendidik dalam pemberdayaan sarana pebelajaran peru ditingkatkan

i. Pemantauan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah

1) Ujian Nasional dan Ujian Sekolah telah dilaksanakan sesuai Permendiknas RI dan Prosedur Operasi (POS) dari BSNP

2) Sebelum ujian dilaksanakan semua satuan pendidikan telah mempersiapkan kompetensi peserta ujian dengan jalan memberikan uji coba (tryout) beberapa kali sesuai kemampuan masing-masing satuan pendidikan

3) Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka belum sepenuhnya memfasilitasi kegiatan tryout untuk semua jenjang pendidikan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 8, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: